Minggu, 15 Januari 2012

Anugerah ataukah musibah?


Seorang pemuda duduk termenung diatas sebuah karang memandang indahnya tiga batas dunia. Daratan, lautan dan angkasa raya. Apa yang sedang ia pikirkan???

Jatuh”, kata-kata itulah yang sedang ia pikirkan.

Sekilas, kata-kata itu terlihat sepele. Namun kemudian kata-kata itu berubah menjadi sesuatu yang membingungkan ketika harus dihubungkan dengan ke-tiga batas dunia tersebut.

Banyak tanda tanya yang terlintas dalam pikirannya. Apakah ketika kita jatuh, berarti kita mendapatkan musibah? Ataukah sebaliknya, yaitu kita mendapatkan anugerah?

Semua itu tergantung dari mana dan kemana kita jatuh. Tidak semua “Jatuh” itu adalah musibah.

Ketika kita berada di angkasa dan kemudian jatuh ke daratan, mungkin itulah yang disebut musibah. Tapi ketika kita berada di darat dan kemudian jatuh ke dalam laut, maka kita akan mendapati dunia baru yang indah. Ikan yang berenang kesana kemari, terumbu karang yang menari-nari diatas permukaan pasir, dan masih banyak lagi hal-hal baru yang bisa kita dapati.

Tentunya dari sekilas cerita diatas, Anda bisa menyimpulkan sendiri. Bahwa ada kalanya kita harus menjaga diri kita agar jangan sampai terjatuh. Tapi ada kalanya juga kita jangan takut terjatuh untuk mendapatkan hal-hal yang baru.



Salam damai, Tanto Al Washburn.